Thursday, December 8, 2016

Mereka pun Semangat

Thursday, December 08, 2016
Pekan Raya Sosial

Pernahkah kita tiba-tiba mengeluh? Suka bilang kalau Tuhan tidak adil. Suka bilang kalau capek, lelah, dan sukanya manja-manjaan. Ahh, saya CAPEK, saya KESAL dengan si itu, saya BAPER. Saya ini dan itu. Pernah pasti, penulis pun tak bisa luput dari hal itu. Tapi jika kita tahu, di kehidupan lain ada yang barangkali lebih capek, lebih kesal, lebih lebih kurang beruntung dari pada kita. Saya tulis ini bukan maksud untuk menggurui, menuntut untuk sepemikiran, apa lagi harus ini itu. Penulis hanya ingin merefleksikan hati ini yang benar-benar gerimis dibuatnya.

Sabtu (3/12) bersama teman-teman Sosial Masyarakat BEM KM UGM, saya mengunjungi salah satu SLB di wilayah Yogyakarta. Kegiatan ini tepatnya bernama Pekan Raya Sosial yang merupakan salah satu proker Dirjen Pelayanan dan Bantuan Sosial. Sebelumnya saya benar-benar kurang tahu dan kurang paham konsep acara karena saya dari Dirjen Pendidikan, dan baru tahu kalau akan mengunjungi adik-adik disabilitas. Sesampai disana, kami disambut dengan hangat. Terkhusus disambut dengan riang oleh seorang anak bernama Andi, dia lincah, ramah, bahkan saat ketemu langsung salaman dan peluk kakak-kakak ini satu-satu. Seolah dia menjumpai teman lama yang amat dirindukan. Poin pertama saya senang melihat anak-anak ceria. 

Setelahnya kami mencoba membaur dengan adik-adik lain. Mereka begitu antusias mengikuti games yang dipersipakan oleh panitia. Saya lihat satu-satu anak-anak ini, mereka luar biasa. Antara mengerti atau tidak apa yang terjadi pada dirinya. Hati ini tiba-tiba mulai tak tenang, antara malu dan sedih karena tak pandai bersyukur. Saat itu juga saya ingin sekali banyak bersyukur, setiap hari. Tak ingin terlupakan sekecil biji Zahra pun. 

Lalu saya tanyai namanya, kalau tidak salah dia bernama Zara, soalnya kurang begitu terdengar jelas. Saat berjumpa dengan anak kecil, tak jarang diri ini dibuat kepo oelhnya. Saya bertanya mengenai “apa cita-citanya”. Dengan mantap dia menjawab kalau ingin menjadi dokter. Dokter apa? Dia jawab “Dokter anjing”, seketika itu saya tersenyum sambil bilang “oh Zara mau jadi dokter hewan”. Singkat cerita dia menjawab iya. Saya pun tak hanya menanyai satu gadis kecil ini, dan mulai bertanya ke yang lainnya. Dan jawabannya sama, dia juga ingin menjadi dokter, kali ini namanya Putri. Ternyata dokter menjadi profesi yang amat diidolakan adik-adik di sini.

Sekolah yang hanya terdiri dari sekitar 64an siswa, yaitu siswa SD sampai SMA ini begitu luar biasa. Mampu menjadi wadah semangat adik-adik ini dengan segala keterbatasannya. Kata salah satu guru yang telah mengabdi 20 tahun di SLB tersebut, di tempatya mangajar banyak yang menderita tuna grahita, ada yang ringan sampai berat. Sungguh mulia ibu ini, sabar. Panggilan hati yang membuatnya terus bertahan, begitu kurang lebih kesan bu Ismiati setelah berbincang ringan dengannya.

Pertama, saya ingin bilang bahwa saya sangat bersyukur lahir dengan normal. Kedua, keterbatasan fisik apa yang membuat diri ini enggan untuk keep moving? Ketiga, nikmat Tuhan mana yang terus saya dustakan?

Sedikit waktu ingin saya ambil untuk merenunginya... Teman, jawaban apa yang akan dilontarkan ketika ditanyai tentang 'arti kehidupan'? Maknailah sendiri arti kehidupan menurut diri masing-masing sampai terlihat jelas apa itu tujuan hidup. Tanyakan pada hati kita masing-masing. Semoga kita bisa menemukan jawaban yang tepat. Tak jarang orang-orang terdekat sembari iseng kutanyai 'apa tujuan hidupnya'. Satu dua jawaban mereka klise, ada yang luar biasa, dan ada yang hmm unpredictable. Bisa dibilang dua dari 10 orang yang kutanya bilang kalau dia tidak tahu tujuan hidupnya, singkat kata let it flow. Kalau kata orang ini fenomena yang biasa saja, saya akan berpendapat kalau ini sangat akut dan perlu penanganan segera.

Lalu apa korelasinya? Sejauh saya tahu, sekecil kita mengerti arti kehidupan kita akan memiliki visi yang lebih jelas untuk direalisasikan. Karena hanya ikan mati yang akan ikut arus. How? Sudah sering dengar kalimat itu kan?
Mereka mungkin tidak tahu secara jelas arti kehidupan, tapi semangat mereka mewakili begitu besar arti kehidupan yang harus diperjuangkan. Dan mereka pun mempunyai mimpi yang sama-sama terus diperjuangkan.

Jadi, dari kegiatan Pekan Raya Sosial itu saya belajar banyak hal. Begitu dalam mengerti arti bersyukur dan belajar arti berbagi, minimal berbagi bahagia. Terima kasih banyak saya sampaikan kepada keluarga Sosmas BEM KM UGM yang sangat solid. Memberikan pembelajaran yang luar biasa, mengajarkan rasa kepekaan sosial, berinteraksi langsung pada masyarakat, dan menambah amal kebaikan sebagai pemberat timbangan amal kelak.

Menyanyi bersama

Persembahan Lagu dari Kakak-kakak Sosmas


See you… The next journey will be come…



Yogyakarta, 7 Desember 2016
07.32 AM


Wednesday, October 5, 2016

Inspirasi?

Wednesday, October 05, 2016

Pagi ini sarat akan kata “inspirasi”, bagaimana caranya menginspirasi, bagaimana menjadi inspirator, dan hal-hal semacamnya. Barang kali kesemuanya itu bahasan yang menarik menjadi topik diskusi ringan sambil ngeteh di depan TV ya. Hehe

Kata salah satu senior saya, menginspirasi itu tak lain adalah bagaimana cara kita menggerakan orang lain untuk bertindak dengan perbuatan yang kita lakukan. Sehingga orang itu tergerak untuk melakukan hal yang sama (read: kebaikan) yang sudah kita lakukan. So simple kan? Simpel kedengarannya, tapi rasa-rasanya butuh usaha yang lumayan ya. 

Saat ini memang bukan lagi jamannya obral omongan, dan sungguh pembuktian itu lebih bijaknya suatu tindakan dari pada just talk but do nothing. Belajar untuk menginspirasi memang perlu proses dan tidak semudah bikin mie instant pakai rice cooker.hehe. Semua hal yang besar sudah pasti penuh usaha yang besar pula. Tak lupa proses di dalamnya sungguh bisa menjadi pendewasaan diri untuk menjadi lebih baik lagi.

Pagi ini dapat chat dari teman, yang mungkin akan menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya. Jadi, beberapa bulan lalu sempat ikut call fo paper untuk dipublikasikan di Jurnal Kesehatan Vokasional, dan Alhamdulillah lolos. Buat teman saya yang satu ini, saya ucapkan terima kasih atas apresiasi pada paper perdana saya.

Next, ini pesan chat dari teman saya yang terus memicu sekresi hormone serotonin hehe, “Aku suka baca tulisanmu, kusuka gaya bahasamu, keren e skill nulis mu, aku ndisek ra interest nulis blas, saiki dadi pen nyoba, cuma aku jadi mikir, apa aku nyoba nulis juga”. Agaknya itu sedikit merefleksikan makna menginspirasi dari senior saya yang saya tulis di awal. Dapat pesan baik pasti senang, begitu juga saya ketika ada yang memberi respon positif atas apa yang sudah dilakukan. Karena memang fitrah manusia seperti itu. Tapi agaknya itu semua perlu dipertanggungjawabkan, about how to prove that we deserved it. Kata yang selalu ingin saya dengar dari teman-teman yang lain adalah “aku jadi tertarik, aku ingin”. Sesederhana itu.

Demikian sedikit makna menginspirasi yang saya pahami. Betapa tidak, kita akan menjadi begitu senang saat orang lain turut serta terinspirasi. Bukan soal seberapa hebat kita baru memulai, tapi berusahalah memulai untuk menjadi hebat dan terus memberikan hal positif pada lingkungan sekitar. *sosoan :p* Diri ini juga masih perlu belajar banyak. Berani terbentur untuk terbentuk. “Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk -Tan Malaka-.”

Yogyakarta, 5 Oktober 2016
Kos DG
08:49 AM

Source pict: www.gambar-katakata.com


Wednesday, May 25, 2016

Bacaan Sore itu...

Wednesday, May 25, 2016

Perempuan kadang selalu identik dengan masalah hati, mungkin sebutan ini lebih cocok untuk cewek baper-an (read: hatinya mudah tersentuh) macam yang nulis tulisan ini. Sore kemarin di perpustakaan pusat, berawal dari niat hati akan menunaikan sembayang mghrib. Hati ini kembali bersemangat menapaki jalan lillahi, mengingat waktu dekat ini iman sedang naik turun tak menentu. 

Bacaan shalat sang imam sungguh merdu, menyejukan hati, dan menentramkan jiwa. Sejauh ini masih terngiang sampai penulis menuliaskan ini, masyaallah. Dengan imam shalat yang demikian merdunya, masyaallah, barangkali shalat pun akan menjadi hobi, dengan dalih tanpa mengurangi kemurnian niat shalat :')

Kemudian saya teringat dalam majelis yang menjelaskan tentang bab khusyuknya shalat. Ketika saya paparkan di awal, tentang baper yang identik dengan perempuan dan lebih banyak ditafsirkan dalam konotasi negatif. Agaknya, baper tidak melulu dalam artian yang demikian apalagi dalam artian kisah merah jambu anak muda. Coba sedikit di tengok kembali ke-baper-an kisah sahabat nabi di kala itu.

Diriwayatkan dari Albukhori : yang menjelaskan bahwa ketika Rosulullah sedang sakit, beliau meminta Abubakar untuk menggantikannya menjadi imam shalat. Kemudian Aisyah berkata kepada Rasulullah “Sesungguhnya ketika Abubakar berdiri menggantikan Engkau di depan orang-orang, tidak terdengar bacaannya oleh orang yang di belakang karena tangisannya”. Masyaallah, telah diriwayatkan Abubakar adalah sahabat nabi yang paling terhanyut hatinya. Teramat tersentuh hatinya saat membaca dan memaknai setiap arti bacaan shalat. Renungkan kembali. Bapernya Abubakar sungguh luar biasa dalamnya diatas khusuknya menjalankan ibadah, yakni ibadah yang nantinya akan dihisab pertama kali di akhirat.

Kemudian saya tengok kembali pada dimensi waktu yang berbeda, ya sekarang ini. Sudah seberapa dalam hati ini memaknai dalamnya isi bacaan shalat? Malu, sungguh malu. Masihkan setiap insan mengharapkan lebih pada-Nya? Ketika beribadah pun ala kadarnya. 

Masih ingatkah? Masih ingat? Kisah lain yang menceritakan seorang rajul shalat, kemudian dipanah kakinya dan panah itu dicabut tidak terasa? Sudah sampai sekhusyuk itu kah? Kisah mana lagi yang akan terus diceritakan sebagai pengingat dan cambuk diri yang masih jauh dari jalan istiqomah?

Tak luput, setiap ukhti shalihah pasti ingin mendapati imam shalat yang bagus bacaannya dan menjadi imam pribadi dalam shalat lima waktu. Begitu pun diri ini, tapi nampaknya kini harus kembali banyak bercermin. Who am I? Masih seorang yang perlu arahan dan bimbingan dalam perjalanan ke sebaik-baiknya tempat, yaitu Jannah. Belum sepenuhnya pantas dan istiqomah, tapi masih belajar untuk istiqomah. Seujung jari dari ke-luarbiasa-an Aisyah istri Rasulullah dan Asiyah istri Fir'aun laknatullah pun belum ada. Semoga kita semua termasuk golongan yang masih diberi kesempatan untuk terus menyempurnakan segala perintah-Nya. Aamiin.

Salam dari saya yang takut akan peradilan di hari akhir.

Yogyakarta, 25 Mei 2016
12:40 PM

pict source : http://iqna.ir/files/id/news/2016/2/22/631_950.jpg

Monday, January 18, 2016

Dialog dengan-Mu

Monday, January 18, 2016


Ya Allah, malam ini jadikanlah malam syahdu dialog diantara kita. Izinkanlah aku berdialog lebih lama, bukan dialog seperti menuntut kebijakan public yang marak terjadi, aku hanya ingin menyusuri ruang-ruang dalam hidupku. Tapi disini aku juga tidak akan menuntut, menuntut kebijakanmu atas hidupku, selayaknya para pejuang keadilan itu. Karena aku yakin Engkau adalah Maha Adil atas segala sesuatu.

Berikan aku waktu khusus Ya Allah, walaupun aku tahu Engkau tak pernah tidur sekalipun. Tapi aku ingin ini menjadi malam spesialku untuk mengutarakan apa yang ada. Walaupun lagi-lagi tanpa mengutarakannya Engkau pun sudah tau segalanya. Aku hanya perlu komunikasi, iya komunikasi dengan-Mu. Maafkan aku yang sama sekali tidak bisa memberikan perhatian penuh pada-Mu, anehnya aku malah memberikan perhatian atas apa-apa yang sebenarnya boomerang bagi diriku sendiri. Karena sejauh ini yang aku pahami, betapapun dalamnya kebahagiaan itu, selalu ada kecewa yang sama dalam. Malam ini aku ingin menyampaikan, malam ini aku ingin mengingat.

Terimakasih Ya Allah, Engkau lah sebaik-baiknya perencana. Engkau lah sebaik-baiknya penulis kisah, entah jika dibukukan tak akan mampu setiap toko buku dijagat raya ini menjajakan buku dari setiap kisah yang Engaku goreskan. Aku seharusnya banyak bersyukur, tidak malah menyia-nyiakan segala kenikmatan yang telah Engkau berikan. Parahnya malah aku sering berkeluh kesah atas kisah yang Engkau tuliskan untukku, padahal tahu betul Engkau adalah sebaik-baiknya penulis. Perlu sekali lagi aku tekanakan, aku tak selayaknya mengeluhkan ini itu. Tanpa tendensi untuk memacu kelenjar lakrimalis untuk bekerja lebih ekstra, mengekskresikan apa yang disebut dacry. Dan aku selalu benci jika hal itu terjadi.

Andai saja aku selalu ingat kisah yang menggambarkan seorang muslim yang sengaja tinggal di suatu pulau, sendiri, jauh dari kemaksiatan. Selalu taat beribadah selama masa hidupnya yaitu 500 tahun lamanya. Jika diketahui, ibadah selama itu dan ketaatan yang luar biasa itu hanya dapat mengganti nikmat penglihatannya, yaitu mata. Ibadah selama 500 tahun hanya dihargai nikmat melihat. Lalu nikmat apa lagi yang kita dustakan? Semakin terketuk lah hati ini, aku sudah beribadah seberapa lama? Satu per 16 nya seorang muslim itu pun tak ada. Sudah sepenuhnya taatkah aku? Hmm, aku hanya bisa menggeleng. Lalu jika ditanya, seberapa taat dan seberapa lama kita beribadah sehingga kita dapat menggantikan seluruh nikmat-Nya dan bisa masuk surga? Aku tak pernah tau jawaban pastinya. Yang aku tahu semua insan dikehendaki ke sebaik-baiknya tempat kembali adalah karena kasih sayang-Nya. Sungguh sama sekali tak berdaya seorang manusia tanpa kasih sayang-Nya/rahmat-Nya.

Kasih sayang? Iya kasih sayang! Anak muda, mudah sekali bilang sayang, perhatian ke lawan jenisnya entah untuk maksud apa, agaknya terlalu abstrak untuk dijelaskan, tapi yakinlah pasti paham apa yang dimaksudkan. Ya Allah aku kembali mengetuk hati ini, sudah seberapa sayangkah aku pada-Mu, atau sudah seberapa besar aku membuatmu jelous. Lagi-lagi aku terlalu latah menggunakan istilah anak muda. Iya, sudah seberapa besar aku membuatmu cemburu, dibuat cemburu oleh makhluk ciptaanmu sendiri. Maafkan aku, aku sungguh minta maaf. Kali ini akan kubiarkan kelenjar lakrimalisku mengekskresikan dacry, mengalir bersama hormone adrenalin yang memang harus keluar. Mereda bersama penyesalan.

Seberapa lama waktuku, aku habiskan untuk memikirkannya di celah aktivitasku setiap hari, yang seharusnya itu adalah nama-Mu. Malahan nama-Mu saja aku ingat hanya saat kewajiban beribadah itu datang atau saat bacaan ayat suci itu harus dilantunkan, Astagfirullah kembali kubiarkan dacry itu menetes lagi. Buruk sekali diri ini, sangat buruk.

Terimakasih ya Allah, terimakasih. Tanpa kehendakmu aku tak akan pernah menyadari ini semua, aku tau kasih sayang dan rasa yang tumbuh di waktu muda itu tak pernah salah dan tak sepantasnya disalahkan. Aku yang seharusnya belajar, belajar dan banyak belajar dari guratan pena-Mu, dan menjadikan rasa dan kasih sayang antara ikhwan dan akhwat sebagai pemantik untuk lebih dekat dengan-Mu. Tetap sayangilah aku dan orang-orang yang aku sayangi ya Allah.

Terimakasih atas segala nikmat dan kasih sayang yang telah Engkau berikan. Sungguh aku tak akan pernah bisa menghitung segala nikmat itu, menggunakan formula si jenius sekalipun. Semoga nikmat-nikmat ini bisa aku gunakan untuk hal yang bermanfaat. Terus memperbaiki dan memantaskan diri. Tolong ingetin kalau aku keterlaluan J

Kenapa aku harus mengutarakan sebanyak ini? Entah lah, aku hanya ingin menuangkan isi pikiranku saja. Isi pikiranku seolah-olah hanya tentang itu-itu saja ya? Hmm…

Hati perempuan bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan apa yang pernah singgah di pedalaman hatinya (A.Fuadi, 2015). Entah apa relevansinya kutipan itu dengan tulisan di atas. :D

Ingat quote indah ini, saat aku temukan tanggal 25 Agustus 2014. “Ketahuilah bahwa para kekasih Allah tidak akan khawatir dan berduka cita” (Yunnus : 62).

Yogyakarta, 12 Januari 2016
02:32 AM
Kos DG.

Tuesday, April 7, 2015

Pendekar Kentang

Tuesday, April 07, 2015
Apa sih Nasionalisme itu??

Kebanyak anak muda pasti tau, apa arti nasionalisme itu. Tapi kebanyakan dari mereka pasti belum pernah meraskan sejatinya nasionalisme itu sendiri. Jujur saja, aku juga baru bisa merasakan sebenar-benarnya rasa nasionalisme itu, belum lama ini. Semua itu berawal dari cerita panjangku..... 

Waktu ada oprec BEM KM UGM, aku mendaftarkan diri menjadi calon anggota BEM KM. Pada awalnya aku masih ragu, untuk apa sih ikut BEM? Cuma buat mencari popularitas? Cuma buat mencari CV? Cuma buat mencari kenalan? (baca: pacar). Alasan-alasan itu sangat tidak sinkron dengan apa sejatinya menjadi anggota BEM itu sendiri yaitu berkontribusi bagi lingkungan sekitar!
Alasan utama menjadi anggota BEM "Aku ingin belajar memikirkan hal-hal baru, aku ini berkontribusi bagi lingkungan sekitarku, aku ingin menjadi lebih bermanfaat, aku ingin belajar berorganisasi". Apa itu memikirkan hal-hal baru? BANGSA INI! Yeah, cakupan itu masih terlalu luas, memikirkan hal-hal baru dimulai dari memikirkan kebahagiaan orang lain. Setidaknya dengan memikirkan hal-hal baru, apa pun itu, harapannya bisa sedikit memberikan sumbangsih terhadap problematika hal tersebut.

Sedikit flashback...
Dulu waktu semester satu, aku bener gak aktif dalam organisasi atau pun turut dalam kepanitiaan. Di situ aku sungguh merasa, betapa useless aku ini. Tanpa gerakan, tanapa arti. Kuliah tiap hari, dijejali materi dari dosen. Mengerjakan tugas, laporan, belajar sebelum pretest. Walaupun pada akhir semester satu aku dapat IPK 4.00, semua itu tampak kurang tanpa aku berkontribusi untuk lingkungan sekitar dan memberikan kebermanfaatan. Tanpa mengurangi rasa syukur, aku juga sangat berterima kasih telah diberi kesempatan meraih IPK 4.00 di semester pertama aku kuliah. Alhamdulillah...
Pada suatu keadaan dimana aku tidak memberikan efek apa pun pada lingkungan sekitar. (baca : tak ikut organisasi). Sesuatu dalam diri ini aku merasa ada yang hilang. Di situ aku mulai berfikir, apa yang bisa aku lakukan. Tak ada aktivitas lain, selain rutinitas menjadi mahasiswa kupu-kupu (baca: kuliah pulang - kuliah pulang). Hatiku mulai tergerak, bagaimana bangsa ini akan maju jika setiap anak muda di tanah air ini seakan acuh pada keadaan lingkungan di sekitarnya. Bahkan pada bangsanya, mungkin mereka tak akan pernah berfikir sampai hal itu. 

Awal aku oprec BEM KM UGM, dari tahap per tahap aku lalui. Mulai dari pembuatan essay, action plan, acara pra-PENDEKAR, hingga acara inti yaitu supercamp di Kaliurang selama tiga hari dua malam. Sebelumnya apa sih PENDEKAR itu? PENDEKAR itu adalah singkatan dari Pendidikan Dasar dan Eksplorasi Karakter. Jadi di dalam serangkaian acara PENDEKAR, kami para calon BEM KM UGM, mendapat materi-materi tentang kepemimpinan, kebangsaan, pensi, hingga acara seru-seruan semua peserta supercam. Di sesi penyampaian materi, semua dilakukan komnikasi dua arah. Persta PENDEKAR dapat menyatakan pendapat, bertanya, dan diskusi tentang studi kasus yang diberikan. Di sesi ini aku merasakan Nasionalisme peserta PENDEKAR benar-benar luar biasa. Dari pendapat atau apa pun yang disampaikan teman-teman PENDEKAR telah mewakili rasa Nasionalismenya, dan rasa peduli terhadap keadaan bangsa ini. Aku semakin sadar, bahwa aku berada di serangkain acara yang luar biasa. Yang memberikan begitu banyak kemanfaatan. 

Dari supercamp itu, nilai-nilai kebersamaannya juga sangat tinggi. Tak hanya sesi penyampaian materi, have fun, kami juga dilatih dan dipersipakan menjadi pemimpin-pemimpin yang amanah, anti korup, memiliki kejujuran yang tinggi, dan bermoral. Ada sesi di malam supercamp, dimana para peserta PENDEKAR di latih secara mental oleh komisi disiplin. Para peserta ditekan secara mental atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Hingga tercipta perjanjian 'penjagaan kain merah' yang diamanahkan dari salah satu komdis, dan harus dikembalikan setelah kami berubah menjadi lebih baik. Kami dari peserta PENDEKAR berjanji akan mengembalikan kain merah itu jika telah berhasil melakukan perbaikan atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Perbaikan itu dapat dinilai jika terbukti adanya, sehingga diputuskan dikembalikan saat berakhirnya kepengurusan BEM KM dimana kami bisa membuktikan perbaikan itu.

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah saat pelatihan aksi. Para peserta PENDEKAR sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Kami berbondong-bondong melakukan simulasi aksi, serentak, dan kompak. Dari pelatihan itu, aku baru tahu bagaimana caranya menyampaikan aspirasi pada pemerintah mewakili rakyat, rakyat kecil, rakyat tertindas. Peran mahasiswa sangat berpengaruh terhadap 'akan dibawa kemana bangsa ini?' Menjadi mehasiswa yang aktif dan kritis akan sangat membantu Indonesia menjadi lebih baik lagi. Tentunya dengan adanya langkah nyata yang dapat diimplementasikan pada bangsa ini.

Udah sejauh ini, tapi kok gak ada nyambung-nyambunngnya sama judulnya ya??
Jadi gini, selama supercamp berlangsung, kami hanya makan nasi satu kali di akhir sesi saat acara berakhir, dan selebihnya kami makan kentang. Makan pagi, siang, malam, kentang terus. Untuk melampiaskan kebosanan kami dengan yang namanya kentang, kentang itu sendiri dijadikan maskot PENDEKAR angkatan kami. Jadi terciptalah nama 'Pendekar Kentang'. (yeayyy prok prok prok)

Setiap peserta PENDEKAR memiliki kelompok masing-masing, aku masuk kelompok L. Ini dia membernyaa wkwk
 
Baru sempet narsis di akhir supercamp, soalnya waktu acara berlangsung dilarang mengiperasikan Hp -_- *itu dia aksi-asksi narsis kelompok L *seneng bisa serua-seruan bareng kalian :D


Setelah acara supercamp selesai, alur selanjutnya adalah sesi wawancara. Setelah itu, tinggal nunggu hasil pengumuman, dan akhirnya aku lolos dan masuk Kementrian PSDM sesuai dengan pilihan pertama. Alhamdulillah ya... ^.^


Ini dia, foto aksi kekompakan kami waktu usai pelantikan Anggota BEM KM UGM 2015 di bawah jembatan Teknik UGM. 
~BEM KM~

Ini lah ceritaku... 
Senang rasanya bisa menjadi bagian dari BEM KM UGM ^.^ ~Bulak Sumur Muda.
Terus tingkatkan rasa nasionalisme, kobarkan jiwa menuju Indonesia yang lebih baik!

Hidup Mahasiswa Indonesi!

Friday, October 31, 2014

Perbedaan Pradigma Lama dan Pradigma Baru RMIK

Friday, October 31, 2014
Pradigma Lama
Fokus pada ruang / unit kerja
Model prodek berbentuk fisik
Konsentrasi pada formulir dan desain
Data tersebar
Kerahasiaan belum sepenuhnya terjamin
Sistem koding manual
Organisasi Internasional = IFHRO
Jabatan tertinggi = Administrator
Sulit digunakan untuk pengguna yang berbeda
Assembling data secara manual
Transportasi data manual dan sulit
Memenuhi fungsi ALFRED
Penggunanya badan-badan pengguna RMIK
Waktu pengolahan dala lama
Data yang dihasilkan kurang akurat

Pradigma Baru
Fokus pada informasi
Model dalam bentuk data administrasi dan data audit
Konsentrasi pada penerapan logikal data
Data terpusat
Kerahasiaan terjaga
Sistem koding otomatis
Organisasi Internasional = IFHIMA
Jabatan tertinggi = Health Information Management
Tidak ada kesulitan bagi pengguna lain
Assembling data secara komputerisasi
Data mudah ditransfer
Memenuhi tujuan primer dan sekunder Rekam Medis
Pengguna individu dan institusi
Waktu pengolahan data lebih efisien
Data yang dihasilkan lebih akurat

Sunday, October 26, 2014

CV dalam Bahasa Inggris

Sunday, October 26, 2014
Hallo.... 
Kali ini aku share CV... ^^
CV ini sebenernya aku bikin buat nglengkapin tugas PPSMB Palapa UGM sekitar dua bulan lalu lho.. Tepatnya tanggal 19 Agustus 2014. ;)
Ini aku share buat yang lagi butuh referensi aja. *Semoga bermanfaat ^_^


CV (Curriculum Vitae)

I. Objective
        I have a strong ambition to study in order to increase my knowledge and develop my self. And than, I will applying about all that I have got.

II. Personal Details
     Name             : Destri Karlina
     Address             : Jalan Penatusan No.06 Rt.002 Rw.002 Bunton – Adipala
     Contact Number : 08564788XXXX
     Nationality     : Indonesia
     Date of Birth     : Cilacap, December 18, 1995
     Gender : Female
     Religion : Islam

III. Educational Details
      1. 2002 – 2008 State Elementary School Bunton 01
      2. 2008 – 2011 State Junior High School 01 Adipala
      3. 2011 – 2014 State Senior High School 01 Maos

IV. Organization Experience
      1. 2010 – 2011 Pratami at PRAMUKA State Junior High School 01 Adipala
      2. 2010 – 2011 Deputy II at OSIS State Junior High School 01 Adipala
      3. 2011 – 2012 Secretary I at OSIS State Senior High School 01 Maos
      4. 2012 – 2013 Chairwomen II at OSIS State Senior High School 01 Maos

V. Training and Talkshow
     1. 09th December 2012 Authorship Training at Iqro Club Cilacap
     2. 27th June 2013 Talkshow “Berbagi Sukses Inspirasi” at BSI

VI. Achievement
      1. 2012 The 2nd Winner of Basketball in POPDA SENI SMA Cilacap Regency
      2. 2012 Participant of “Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG)” Cilacap Regency
      3. 2010 The 3rd Winner of Basketball in POPDA SENI SMP Cilacap Regency
      4. 2009 The 1st Winner of Girl Scout in “HUT Pramuka ke-48”
      5. 2006 The 2nd Winner of Traditonal Dance in POPDA and PEKAN SENI SD Subdistrict Adipala

VII. Culture Interest and Physical Recreation
        Music, writting, reading, and basketball.

Sunday, September 14, 2014

Empat Tali Keimanan (Materi Nasihat)

Sunday, September 14, 2014
Haloo… Selamat malam, udah lama nih gak bloging :D
Kali ini aku mau share materi nasihat nih… Teks di bawah ini (baca: materi nasihat) gak aku bikin semata-mata buat aku share, tapi ada sejarahnya lhoo.. haha.

Gimana sejarahnya? Jadi gini, waktu ada Acara Festival Anak Sholih aku tuh dikasih amanah buat makilin lomba dakwah. Jadi dengan kesungguhan hati, aku buat deh teks ini. Tentunya juga sama ambil referensi sana-sini buat memperdalam isinya.. *ceileee :p

Di ajang Lomba Festival Anak Sholih, yang pertama itu tingkat Desa. Syukur Alhamdulillah dapet juara 2. Dan waktu itu aku bener-bener nggak nyangka banget. Why? Soalnya, aku persiapan cuma H-1. Kok bisa? Jadi waktu mau deadline acaranya, satu kelompok BB sibuk nyiapain stand bazaar, termasuk aku juga. Dan tau nggak pulangya itu jam 12 malem -,- 
Sungguh perjuangan yang tak terlupakan. Tapi dibalik itu, bazaar kami laku keras lho wkkkk.

*ini dia nh, pialanyaa :D


Cek it out, ke Acara Festival Anak Sholih yang ke-2. Nah, kali ini tingkat Daerah. Karena aku dapet juara 2 di tingkat Desa, jadi aku dikasih amanah lagi buat maju dakwah tingkat Daerah. Menang nggak? Alhamdulillah, lagi-lagi dapet juara 2. Kali ini aku dapet piagam penghargaan sama bingkisan.

Over all, aku seneng dan bersyukur banget bisa berpartisipasi di acara itu.
Ini dia nh… Silakan dibaca mba, mas, pak, bu, mbah… semuanya deh :D
It’s special for you :D *semoga aja bisa juga teks ini dijadiin nasihat via online* J
Silakan membaca~

Assalamu’alaikum wr. Wb.
(innaloha witer wayuhibul witer = sesungguhnya Alloh ganjil dan Alloh senang pada barang ganjil)
Alhamdullilahirobil alamin alhamdullilahiladi hada nalihada wama kuna linahtadia laula anhadanalloh lakod’ja adrosuluhu bina bilhako, wanudu antil kumuljanatu uristumuha bima kuntum takmalun, ashadu ala ila haillaloh wa ashadu ana muhammadan abekduhu warosuluh solallohu alaihi wasalam wa ala alihi wa ashabihi ama bakdek.
Yang pertama dan yang paling utama, dalam kesempatan yang Barokah ini marilah kita bersyukur atas nikmat Alloh yang diberikan kepada kita semua. Alloh sungguh sangat bermurah hati telah memberikan kenikmatan yang luar biasa yang selalu dicurahkan kepada kita selaku orang Jama’ah.
Dan kita selaku manusia tak akan pernah bisa menghitung nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT, meskipun kita berusaha menghitung setiap nikmat yang diberi oleh Alloh dengan menggunakan rumus-rumus jenius seperti rumus matematika, Fisika, ataupun Kimia sekalipun. Karena nikmat dari Alloh itu tiada terhitung banyaknyadan tak terhitung jumlahnya. Tidak bisa dinominalkan di dunia ini. Sebagaimana Alloh telah berfirman..
Waintaudduu ni’matallahi laa tuhsuuhaa. (dan niscaya jika menghitung nikmatnya Alloh tidak akan mampu)
Maka dari itu selalu diingatkan supaya bersyukur, karena nikmat Alloh yang diberikan pada kita ini sangat luar biasa, terus menerus diberikan kepasa kita sejak kita lahir. Adapun nikmat yang paling pol yang tidak ada bandingannya dengan nikmat apapun di dunia ini yaitu kita hidup sekali di dunia ini diberi Hidayah berupa agama islam yang berpedoman pada Alquran dan Alhadits dan dilaksanakan secara berjamaah.
Dan dalam diri kita, juga harus tertanam kuat dan kokoh bahwa Hidayah itu adalah nikmat yang luar biasa yang tidak diberikan kepada setiap orang di dunia ini. Dengan demikian kita akan selalu sadar bahwa sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan nikmat yang telah diberikan oleh Alloh tersebut, yaitu berupa hidayah. Dan perlu kita sadari bahwa hidayah hanya diberikan kepada orang-orang yang dicintai dan disayangi Alloh saja. Sungguh bersukur kita selaku orang Jama’ah, selalu mendapatkan curahan nikmat berupa hidayah.
Saudara Jam’ah sekalian, jika kita membuka kembali kisah bagaimana paman dari nabi besar kita Muhammada SAW, yang mana paman nabi itu sesungguhnya meyakini bahwa yang disampaikan oleh nabi Muhammada adalah barang hak/benar dan beliau juga meyakini bahwa Muhammad adalah Utusan Alloh. Selain itu beliau juga turut membantu, mendukung, berkorban, bukan hanya hartanya tapi juga nyawanyapun dikorbankan untuk mendukung Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Nabi Muhammada sangat menharapkan keimanan pamannya, tapi sampai akhir hayatnya ternyata tidak diberi Hidayah oleh Alloh. Di dalam hatinya paman nabi ingin mengucapkan Tauhid ‘laailla haillahoh‘ tapi cobaan berat apa lagi teman-temannya dan tokoh-tokoh orang Musyik juga ada di situ, mempengaruhi dengan ucapan : Wahai Abu Tholib, apakah kamu sudah lupa dengan kita-kita? Apakah kamu sudah lupa dengan nenek moyang kita?
Akhirnya beliau paman nabi menjawab : Al aruasyaddu minannaar. Yang artinya malu lebih berat baiku dari pada neraka.
Demikian itu jika dikembalikan kepada Alloh, berarti Alloh tidak memberikan Hidayah pada paman nabi, padahal paman nabi itu telah rela berkorban demi membela Nabi Mohammada SAW. Subbhanalloh, sungguh sangat disayangkan.
Alahamdulillah kita ini termasuk orang yang diqodar mendapat Hidayah, untuk itu kita ucapkan syukur kepada Alloh dengan ucapan syukur Allahdulillah hirobbil alamiin, kepada para perantara agama disyukuri Alhamdulillahi jaza ahumullohu khoiroh, atas ketoatan para Jamaah sekalian disyukuri Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiroh.
Saudara Jamaah sekalian, keimanan atau Hidayah ini supaya kita jaga betul-betul, jangan samapai lepas dari diri kita. Allhamdulillah kita sudah diberi resep 4 tali keimanan, Insya Alloh kita akan tetap dalam diri kita samapai mati, akan selalu dijaga ioleh Alloh.
Adapun yang pertama yaitu bersyukur. Laingsakartum ladzidannakum laingkafartum inna ada bilasyadide. Yang artinya jika kalian bersyukur niscaya aku akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian kufur siksaku sangat pedih.
Sudah sangat jelas kandungan dalil tersebut.
Jika kita mendapat nikamat kita supaya mensyukuri atas nikmat tersebut, misalnya kita diberi nikamat sehat kita itu harus mensyukuri, karena dengan kita mendapat nikmat sehat dan mau mensyukuri maka Alloh akan menambah menambah kesehatannya.  Kemudian pada saat kita mendapatkan rezeki, wakaupun kita mendapat rezeki yang sedikit tapi kok mensyukuri, maka Alloh akan menambahnya yang lebih banyak.
Jadi dengan bersyukur, kita akan terhindar dari sifat kufur. Dan apabila kita terhindar dari sifat kufur maka tentu saja kita akan terhindar dari siksa kubur. Jika saudara Jama’ah sekalian ditanya, ‘Apakah kalian mau mendapatkan siksa kubur?‘ tentu saja saudara jamaah sekalian tidak akan mau.
Seperti halnya orang jamaah asal di Inggris, apabila ditanya demikian pasti merekan akan menjawa ‘Absolutely no!‘ yang artinya tentu saja tidak. Dan apabila orang jamaah dari suku Jawa ditanya demmikian, pasti akan menjawab ‚‘Nggih kula mbuten purun‘. Dan apabila orang Jamaah asal Arab ditanya demikian, pasti jawabnya laa yuriidu. (tidak mau)
Dan apabila ada orang kufur ditanya, ‘Apakah kalian mau mendapatkan siksa kubur?‘ bisa jadi mereka menjawab ‘Aku rak popo‘. Dengan kata lain mereka tidak paham atas pertanyaan yang diberikan, bahkan mereka itu memang bukan orang paham. Dan belum mendapatkan nikmat berupa hidayah dari Alloh SWT. Mereka juga tidak percaya ada kehidupan setelah mati, yaitu di alam kubur dan akhirat berupa surga dan neraka.
Saudara Jamaah sekalian, semoga kita semua tidak tergolong orang-orang kufur. Dan semoga kita semua termasuk golongan orang yang selalu mendapatkan curahan nikmat berupa hidayah.
Adapun yang kedua yaitu mengagungkan, Waman yuaddim sa aairolloha fainnahaa mintakowal kulube. Yang artinya dan barang siapa yang mengagungkan syair-syair Alloh maka sesungguhnya hal itu termasuk takwanya hati.
Contohnya kita mengagunggkan pada tanda-tandanya Alloh, yang termasuk syair alloh yaitu masjid, masjid tidak boleh dikotori, malah kita mengkotri itu namanya tidak mengagungkan. Selain itu juga Alquran, pada saat membawa Alquran tidak boleh semabrangan. Kita angkat dekat dengan dada jangan sampai ditenteng seperti membawa barang atau buku. Kemudian ada lagi mengagungkan syairnya Alloh yaitu ketika menaruh Alquran, itu tidak boleh berada di paling bawah, Alquran itu paling atas jangan sampai Alquran itu ditumpuk dengan buku ataupun hadist-hadist, itu namanya tidak mengagungkan syair Alloh.
Adapun yang ketiga yaitu mempersungguh, Walladiinajaa haduu finaa lanahdiyannahum subulana. Yang artinya Dan orang-orang yang mempersungguh di jalanku maka aku Alloh akan menunjukkan pada jalanku.
Mempersungguh itu banyak halnya, mulai dari kedisiplinan waktu, melaksanakan ibadah dan pengorbanan. Ketika mempersungguh dalam ibadah InsyaAlloh dalam beribadah kita akan khusyuk. Dan ketika mempersungguh dalam hal keduniawian pasti sesuatu yang kita kehendaki akan tercapai. Contohnya ketika ada seorang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi favorit.
Dan dalam mempersiapkan segala sesuatunya pastinya banyak cobaan, yaitu seperti tergoda untuk main twitter, facebook, PSan, nonton sinetron, bahkan diajak temannya untuk main di luar, pokoknya di situ banyak sekali rintangannya. Jika kita di situ itu mempersungguh, tetap berusaha, tidak tergoda dan tetap focus pada satu tujuan. Pastinya siswa tersebut mendapatkan perguruan tinggi yang diharapkan.  Tapi jika tidak mempersungguh, tidak mau berusaha, ya tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya. Itu contoh jika kita tidak mau mempersungguh. Pada intinya, jika kita mempersungguh sudah pasti kita akan memmeroleh apa yang kita cita-citakan.
Kemudian yang terakhir yaitu berdoa, Addua umukhul ibadah. Yang artinya Doa adalah otaknya ibadah.
Jika kita ingin selalu di dalam Hidayahnya Alloh dan dalam keimanan, ya kita harus berdoa. Sudah sangat jelas dalam dalil tersebut bahwa doa adalah otaknya ibadah. Jika diibaratkan dengan tubuh, otak merupakan pusat koordinasi tubuh. Apabila kita tidak memiliki otak, mana mungkin kita dapat beraktivitas seperti apa yang kita inginkan. Contohnya dalam hal duniawi saja, jika kita tidak memiliki otak, apakah kita bisa membaca Alquran, mengaji dan aktivitas lainnya? Tentu saja tidak. Apa lagi dengan doa, tanpa doa apakah kita bisa melaksanakan sholat 5 waktu? Jawabnya tidak. Karena di dalam sholat terkandung kumpulan doa, apa lagi sholat itu adalah ibadah wajib. Sungguh tanpa berdoa kita akan tergolong orang-orang kufur. Tanpa berdoa pula, kita akan tergolong orang-orang sombong. Dan Alloh sangat membeci orang yang sombong. Jadi, kesimpulannya pada saat kita mempunyai suatu cita-cita, keinginan ataupun harapan-harapan itu harus didoani, untuk apa? Supaya barokah dan apa yang kita inginkan dapat dikabulkan oleh Alloh dan tentunya diimbangi dengan usaha yang keras.
Itu lah contoh dari 4 tali keimanan yang dapat saya contohkan, tapi apa bila ingin dijabarkan itu akan banyak sekali.
Cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan, apabila ada kekurangan dalam bertuturkata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya hanyalah manusia yang tak luput dari dosa dan khilaf. Dan apabila ada lebihnya itu semata-mata rahmat dari Alloh SWT.
Wabilahitofik wal hidayah wassalamu’alaikum
Wr. Wb.

#Semoga bermanfaat… Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiroh. J

Wednesday, July 23, 2014

Puisiku

Wednesday, July 23, 2014
Jadikan Aku Bidadari Surga

Aku menginginkan kalbu ini suci
Bersih dari serpihan dosa
Murni tanpa endapan dendam
Mengkilat tanpa goresan luka

Aku ingin sepenuhnya berupah
Menjadi wanita suci, khusuk di jalan-Nya
Menjadi Aisyah dan Asiyah baru
Menjadi kekasih Alloh

Tapi kenapa? Kenapa semua terhambat?
Goresan luka? Ya! Dia masih membekas
Ciptakan penyakit hati
Berkembang kian cepat dan menggerogoti diriku

Saat semua itu berkecambah
Beribu sifat aniaya kian meracuniku
Kian merusak imanku
Membuatku kacau, lemah, letih, tak berdaya

Luka itu enggan enyah dariku
Begitu dalam membekas dalam hati
Dan.. Menjadi bisa yang mematikan
Apa aku masih menyimpan dendam?

Meskipun nuraniku berkata ‘Tak perlu ada dendam’
Tapi hati ini terus berkecamuk
Menjerit dan sakit
Apa ini manusiawi?

Ahh aku sadar, aku hanya wanita biasa
Yang mudah terlena dengan dunia fana
Aku bukanlah Aisyah kekasih Rosululloh
Bukan pula Asiyah kekasih Fir’aun laknattulloh

Aku adalah aku, bukan dia, atau siapapun
Mungkin hanya pada nuraniku aku akan berpegang
Berubah menjadi lebih baik
Meneladani mereka, wanita-wanita yang telah dijanjikan Surga

Dan penyakit hati, goresan luka, ataupun dendam
Tak sepantasnya ada dalam hatiku
Ataupun di hati setiap wanita
Yang ingin menjadi bidadari di Surga kelak

Mengikuti jejak terbaik adalah tujuanku
Senantiasa menjadi wanit sholih
Menjadi hamba yang setia
Selalu disayang dan dicintai Alloh



“Dengarlah pintaku ya Alloh….. Jadikan aku bidadari surga dan berikan aku tempat terindah di Surga nanti. Amiinn”

Tuesday, June 10, 2014

Daftar Beberapa Penerbit dan Alamatnya

Tuesday, June 10, 2014
Mau jadi penulis? Udah bikin karya-karyanya? Mau kan kalo karya-karya yang kita buat bisa diterbitin? :)
Jawabannya pastinya "Absolutely yes!" :D

Bakal sia-sia kalo kita udah bikin karya tapi dianggurin begitu aja... Buat kamu-kamu yang udah punya karya dan siap buat ditebitin, ini dia alamat yang pas buat kalian hubungin.
Langsung aja, silakan diliat. Ini special buat yang lagi nyari penerbit sekaligus alamatnya :) :*

1.   Mizan Pustaka (DAR, Kaifa, Qanita dll), Jalan Yodkali 16 Bandung
2.   Gema Insani Press (GIP), Jalan Kalibata Utara II No. 48 Jakarta. Jalan Ir. H. Juanda - Depok 16418
3.   Gramedia Group, Jalan Palmerah Barat 33-37 Jakarta
4.   Yayasan Obor Indonesia, Jalan Plaju No. 10 Jakarta
5.   Era Intermedia, Jalan Slamet Riyadi 485 H, Pajang, Laweyan, Surakarta
6.   Pustaka Jaya, Jalan Kramat Raya No. 5K Jakarta
7.   Dzikrul Hakim (Yudhistira Group), Jalan Pramuka Raya No. 4 Jakarta
8.   Lingkar Pena Publishing House, Jalan Jagakarsa (Simadakarsa) No.A-1, Jakarta Selatan 12620
9.   Pustaka Utama Grafiti Kelapa Gading, Boulevard TN-2 No. 14-15 Jakarta
10. Afra Publishing/Indiva Media Kreasi, Jalan Sawo Raya No. 10 Jajar, Laweyan, Solo
11. Penerbit ANDI, Jalan Beo 38-40 Yogyakarta
12. I'thisom Cahaya Ummat, Jalan Pemuda III No. 10 Rawamangun Jakarta
13. Pustaka Al-Kautsar, Jalan Cipinang Muara Raya No. 63, Jakarta Timur
14. Pro-U Media, Jalan Jogokariyan 35, Yogyakarta 55143
15. Bentang Pustaka, Jalan Pandega Marta 19, Yogyakarta
16. Balai Pustaka, Jalan Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta
17. Bhuana Ilmu Populer, Jalan Kebahagiaan 11-11A Jakarta

Dikutip dari buku 'Be A Brilliant Writer' karya Afifah Afra :)

Sunday, June 8, 2014

Tulisan Adalah Doa

Sunday, June 08, 2014
Kalo orang-orang bilang perkataan adalah doa, sekarang aku bakal bilang kalo "Tulisan Adalah Doa" :)

Baru sadar nih, thn 2011 (waktu kelas sepuluh) pertama kali bikin Google+ di biodata kutulis : Yang dibanggakan => masuk Universitas Gadjah Mada... *bahkan aku gak inget kalo pernah nulis itu*  Bisa dibilang udah 3 tahun lamanya sejak aku nulis itu di biodataku. Dan sekarang tanpa disangka-sangka aku udah masuk Universitas Gadjah Mada, syukur Alhamdulillah. Belum lama ini aku buka Google+ dan baca itu, sungguh aku bersyukur luar biasa :) Bukannya dilebih-lebihkan nih... Tapi aku bener-bener gak nyangka, sungguh apapun yang kita tulis bakal terjadi dalam diri kita selama itu mengandung doa di dalamnya. 

Pada kenyataanya aku juga gak tau ini bakal terjadi, karena sama sekali aku gak punya impian kuat buat masuk UGM. Tau kenapa? Saat aku ditanya "kamu besok mau kuliah dimana?". Saat aku jawab "aku pngin kuliah di UGM". Pada saat itu juga seolah-olah mereka mencibirku, dari situlah mimpi-mimpiku tentang UGM mulai terkikis. Tapi kini usaha kerasku dan berkat doa dari ibuku juga, semua cibiran itu gak terdengar lagi. 

Sekarang kesimpulannya "Hanya orang-orang yang mau berusaha keraslah yang mampu merubah mimpi jadi kenyataan, dan janganlah sesekali takut untuk bermimpi". Itulah hal penting yang harus selalu kita ingat jika kita mau maju dalam membangun sukses. Dan hal yang paling penting dari segala-galanya adalah ingatlah selalu Alloh SWT, karena tanpa seijin Alloh, hal apapun tak akan pernah terjadi di dunia ini. Juga jangan sekali-kali kita lupakan ibu :*

Let's see... :) 
*ini dia nih yang bikin aku ternganga, bahkan aku lupa pernah nulis yang ada di dalm lingkaran merah...hehe*



"Percayalah apapun yang kita tulis adalah doa, selama kita yakin apa yang kita tulis adalah sebuah harapan besar" ;)
Keep Spirit! Jangan ragu dengan mimpi kita, beranilah bermimpi. *jangan seperti saya dulu....hehe*
Kuncinya adalah "Berusaha Keras!". *Saya sudah buktikan dan mengalaminya :)

*Biarlah orang bilang aku terlalu berlebihan menyikapi hal ini, tapi aku cuma pngin menggoreskan pengalaman2 & kisah berhargaku. :p

Sunday, March 9, 2014

Geguritan

Sunday, March 09, 2014
J Udah lama nih gak nengokin blog, rasanya sesuatu banget,hehe. Kali ini aku mau share geguritan nih. Ini juga sebenernya tugas mapel Bahasa Jawa kelas XI yang udah lama nanggur di inbox fb’a ibuku.haha. Kok bisa?  Jadi dulu waktu mau nge-save gak ada flashdisk gtu, jadi dikirim aja ke inbox. Baru sekarang nih ketemu. Dari pada nantinya ilang gak jelas, sekarang ini nh aku share di blogku yang super unyu ini.haha. Alay-an dikit ya,hehe mungkin efek habis Ujian Sekolah :P

Cekidot silakan dibaca aja! J Tapi itu isinya bukan melukiskan aku sob, imajinasi belaka kok. J

Ing Atiku Sak Lawase 


Tumetesing udan ngelingake atiku
Marang sliramu kang sak rupa Arjuna
Bisa mekarake esem ing lathi
Gawe kahanan kayata warni

Wekdal kang kepungkur suwene
Aku ora bisa ketemu
Patemonan kang sak kedeping netra
Namung bisa dadi awu

Ora bisa mbalik maneh
Ora bisa sesarengan maneh
Ora bisa gegondhelan maneh
Namung bisa ngrikiti ati

Kabeh miwiti saking mlayune rodha
Takdir nggawa keli atiku
Marang sliramu kang dadi sepalih uripku

Sak lumampah lakuku, kabeh krasa endah
Sak denyut nadiku, kabeh krasa bungah
Awaku ora bisa bidhalan
Mbidhalaken tambang katresnan
Nanging kui wis dadi anteping atiku

Eluh tumetes bebarengan banyu udan
Atiku lara, sepen rak ana kanca
Ngluntake wekdal kang suwe
Telung sasi bebarengan awakmu
Nanging telung warsa sliramu tetep ana ing ati

Seprana seprene sliramu pancen gawe cidra
Nanging paraupanmu
Tetep tumancep ana ing atiku

Sok ugi sak lawase