Sunday, September 14, 2014

Empat Tali Keimanan (Materi Nasihat)

Sunday, September 14, 2014
Haloo… Selamat malam, udah lama nih gak bloging :D
Kali ini aku mau share materi nasihat nih… Teks di bawah ini (baca: materi nasihat) gak aku bikin semata-mata buat aku share, tapi ada sejarahnya lhoo.. haha.

Gimana sejarahnya? Jadi gini, waktu ada Acara Festival Anak Sholih aku tuh dikasih amanah buat makilin lomba dakwah. Jadi dengan kesungguhan hati, aku buat deh teks ini. Tentunya juga sama ambil referensi sana-sini buat memperdalam isinya.. *ceileee :p

Di ajang Lomba Festival Anak Sholih, yang pertama itu tingkat Desa. Syukur Alhamdulillah dapet juara 2. Dan waktu itu aku bener-bener nggak nyangka banget. Why? Soalnya, aku persiapan cuma H-1. Kok bisa? Jadi waktu mau deadline acaranya, satu kelompok BB sibuk nyiapain stand bazaar, termasuk aku juga. Dan tau nggak pulangya itu jam 12 malem -,- 
Sungguh perjuangan yang tak terlupakan. Tapi dibalik itu, bazaar kami laku keras lho wkkkk.

*ini dia nh, pialanyaa :D


Cek it out, ke Acara Festival Anak Sholih yang ke-2. Nah, kali ini tingkat Daerah. Karena aku dapet juara 2 di tingkat Desa, jadi aku dikasih amanah lagi buat maju dakwah tingkat Daerah. Menang nggak? Alhamdulillah, lagi-lagi dapet juara 2. Kali ini aku dapet piagam penghargaan sama bingkisan.

Over all, aku seneng dan bersyukur banget bisa berpartisipasi di acara itu.
Ini dia nh… Silakan dibaca mba, mas, pak, bu, mbah… semuanya deh :D
It’s special for you :D *semoga aja bisa juga teks ini dijadiin nasihat via online* J
Silakan membaca~

Assalamu’alaikum wr. Wb.
(innaloha witer wayuhibul witer = sesungguhnya Alloh ganjil dan Alloh senang pada barang ganjil)
Alhamdullilahirobil alamin alhamdullilahiladi hada nalihada wama kuna linahtadia laula anhadanalloh lakod’ja adrosuluhu bina bilhako, wanudu antil kumuljanatu uristumuha bima kuntum takmalun, ashadu ala ila haillaloh wa ashadu ana muhammadan abekduhu warosuluh solallohu alaihi wasalam wa ala alihi wa ashabihi ama bakdek.
Yang pertama dan yang paling utama, dalam kesempatan yang Barokah ini marilah kita bersyukur atas nikmat Alloh yang diberikan kepada kita semua. Alloh sungguh sangat bermurah hati telah memberikan kenikmatan yang luar biasa yang selalu dicurahkan kepada kita selaku orang Jama’ah.
Dan kita selaku manusia tak akan pernah bisa menghitung nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT, meskipun kita berusaha menghitung setiap nikmat yang diberi oleh Alloh dengan menggunakan rumus-rumus jenius seperti rumus matematika, Fisika, ataupun Kimia sekalipun. Karena nikmat dari Alloh itu tiada terhitung banyaknyadan tak terhitung jumlahnya. Tidak bisa dinominalkan di dunia ini. Sebagaimana Alloh telah berfirman..
Waintaudduu ni’matallahi laa tuhsuuhaa. (dan niscaya jika menghitung nikmatnya Alloh tidak akan mampu)
Maka dari itu selalu diingatkan supaya bersyukur, karena nikmat Alloh yang diberikan pada kita ini sangat luar biasa, terus menerus diberikan kepasa kita sejak kita lahir. Adapun nikmat yang paling pol yang tidak ada bandingannya dengan nikmat apapun di dunia ini yaitu kita hidup sekali di dunia ini diberi Hidayah berupa agama islam yang berpedoman pada Alquran dan Alhadits dan dilaksanakan secara berjamaah.
Dan dalam diri kita, juga harus tertanam kuat dan kokoh bahwa Hidayah itu adalah nikmat yang luar biasa yang tidak diberikan kepada setiap orang di dunia ini. Dengan demikian kita akan selalu sadar bahwa sangat disayangkan jika kita menyia-nyiakan nikmat yang telah diberikan oleh Alloh tersebut, yaitu berupa hidayah. Dan perlu kita sadari bahwa hidayah hanya diberikan kepada orang-orang yang dicintai dan disayangi Alloh saja. Sungguh bersukur kita selaku orang Jama’ah, selalu mendapatkan curahan nikmat berupa hidayah.
Saudara Jam’ah sekalian, jika kita membuka kembali kisah bagaimana paman dari nabi besar kita Muhammada SAW, yang mana paman nabi itu sesungguhnya meyakini bahwa yang disampaikan oleh nabi Muhammada adalah barang hak/benar dan beliau juga meyakini bahwa Muhammad adalah Utusan Alloh. Selain itu beliau juga turut membantu, mendukung, berkorban, bukan hanya hartanya tapi juga nyawanyapun dikorbankan untuk mendukung Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Nabi Muhammada sangat menharapkan keimanan pamannya, tapi sampai akhir hayatnya ternyata tidak diberi Hidayah oleh Alloh. Di dalam hatinya paman nabi ingin mengucapkan Tauhid ‘laailla haillahoh‘ tapi cobaan berat apa lagi teman-temannya dan tokoh-tokoh orang Musyik juga ada di situ, mempengaruhi dengan ucapan : Wahai Abu Tholib, apakah kamu sudah lupa dengan kita-kita? Apakah kamu sudah lupa dengan nenek moyang kita?
Akhirnya beliau paman nabi menjawab : Al aruasyaddu minannaar. Yang artinya malu lebih berat baiku dari pada neraka.
Demikian itu jika dikembalikan kepada Alloh, berarti Alloh tidak memberikan Hidayah pada paman nabi, padahal paman nabi itu telah rela berkorban demi membela Nabi Mohammada SAW. Subbhanalloh, sungguh sangat disayangkan.
Alahamdulillah kita ini termasuk orang yang diqodar mendapat Hidayah, untuk itu kita ucapkan syukur kepada Alloh dengan ucapan syukur Allahdulillah hirobbil alamiin, kepada para perantara agama disyukuri Alhamdulillahi jaza ahumullohu khoiroh, atas ketoatan para Jamaah sekalian disyukuri Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiroh.
Saudara Jamaah sekalian, keimanan atau Hidayah ini supaya kita jaga betul-betul, jangan samapai lepas dari diri kita. Allhamdulillah kita sudah diberi resep 4 tali keimanan, Insya Alloh kita akan tetap dalam diri kita samapai mati, akan selalu dijaga ioleh Alloh.
Adapun yang pertama yaitu bersyukur. Laingsakartum ladzidannakum laingkafartum inna ada bilasyadide. Yang artinya jika kalian bersyukur niscaya aku akan menambah nikmat pada kalian, dan jika kalian kufur siksaku sangat pedih.
Sudah sangat jelas kandungan dalil tersebut.
Jika kita mendapat nikamat kita supaya mensyukuri atas nikmat tersebut, misalnya kita diberi nikamat sehat kita itu harus mensyukuri, karena dengan kita mendapat nikmat sehat dan mau mensyukuri maka Alloh akan menambah menambah kesehatannya.  Kemudian pada saat kita mendapatkan rezeki, wakaupun kita mendapat rezeki yang sedikit tapi kok mensyukuri, maka Alloh akan menambahnya yang lebih banyak.
Jadi dengan bersyukur, kita akan terhindar dari sifat kufur. Dan apabila kita terhindar dari sifat kufur maka tentu saja kita akan terhindar dari siksa kubur. Jika saudara Jama’ah sekalian ditanya, ‘Apakah kalian mau mendapatkan siksa kubur?‘ tentu saja saudara jamaah sekalian tidak akan mau.
Seperti halnya orang jamaah asal di Inggris, apabila ditanya demikian pasti merekan akan menjawa ‘Absolutely no!‘ yang artinya tentu saja tidak. Dan apabila orang jamaah dari suku Jawa ditanya demmikian, pasti akan menjawab ‚‘Nggih kula mbuten purun‘. Dan apabila orang Jamaah asal Arab ditanya demikian, pasti jawabnya laa yuriidu. (tidak mau)
Dan apabila ada orang kufur ditanya, ‘Apakah kalian mau mendapatkan siksa kubur?‘ bisa jadi mereka menjawab ‘Aku rak popo‘. Dengan kata lain mereka tidak paham atas pertanyaan yang diberikan, bahkan mereka itu memang bukan orang paham. Dan belum mendapatkan nikmat berupa hidayah dari Alloh SWT. Mereka juga tidak percaya ada kehidupan setelah mati, yaitu di alam kubur dan akhirat berupa surga dan neraka.
Saudara Jamaah sekalian, semoga kita semua tidak tergolong orang-orang kufur. Dan semoga kita semua termasuk golongan orang yang selalu mendapatkan curahan nikmat berupa hidayah.
Adapun yang kedua yaitu mengagungkan, Waman yuaddim sa aairolloha fainnahaa mintakowal kulube. Yang artinya dan barang siapa yang mengagungkan syair-syair Alloh maka sesungguhnya hal itu termasuk takwanya hati.
Contohnya kita mengagunggkan pada tanda-tandanya Alloh, yang termasuk syair alloh yaitu masjid, masjid tidak boleh dikotori, malah kita mengkotri itu namanya tidak mengagungkan. Selain itu juga Alquran, pada saat membawa Alquran tidak boleh semabrangan. Kita angkat dekat dengan dada jangan sampai ditenteng seperti membawa barang atau buku. Kemudian ada lagi mengagungkan syairnya Alloh yaitu ketika menaruh Alquran, itu tidak boleh berada di paling bawah, Alquran itu paling atas jangan sampai Alquran itu ditumpuk dengan buku ataupun hadist-hadist, itu namanya tidak mengagungkan syair Alloh.
Adapun yang ketiga yaitu mempersungguh, Walladiinajaa haduu finaa lanahdiyannahum subulana. Yang artinya Dan orang-orang yang mempersungguh di jalanku maka aku Alloh akan menunjukkan pada jalanku.
Mempersungguh itu banyak halnya, mulai dari kedisiplinan waktu, melaksanakan ibadah dan pengorbanan. Ketika mempersungguh dalam ibadah InsyaAlloh dalam beribadah kita akan khusyuk. Dan ketika mempersungguh dalam hal keduniawian pasti sesuatu yang kita kehendaki akan tercapai. Contohnya ketika ada seorang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi favorit.
Dan dalam mempersiapkan segala sesuatunya pastinya banyak cobaan, yaitu seperti tergoda untuk main twitter, facebook, PSan, nonton sinetron, bahkan diajak temannya untuk main di luar, pokoknya di situ banyak sekali rintangannya. Jika kita di situ itu mempersungguh, tetap berusaha, tidak tergoda dan tetap focus pada satu tujuan. Pastinya siswa tersebut mendapatkan perguruan tinggi yang diharapkan.  Tapi jika tidak mempersungguh, tidak mau berusaha, ya tidak akan mendapatkan apa yang diharapkannya. Itu contoh jika kita tidak mau mempersungguh. Pada intinya, jika kita mempersungguh sudah pasti kita akan memmeroleh apa yang kita cita-citakan.
Kemudian yang terakhir yaitu berdoa, Addua umukhul ibadah. Yang artinya Doa adalah otaknya ibadah.
Jika kita ingin selalu di dalam Hidayahnya Alloh dan dalam keimanan, ya kita harus berdoa. Sudah sangat jelas dalam dalil tersebut bahwa doa adalah otaknya ibadah. Jika diibaratkan dengan tubuh, otak merupakan pusat koordinasi tubuh. Apabila kita tidak memiliki otak, mana mungkin kita dapat beraktivitas seperti apa yang kita inginkan. Contohnya dalam hal duniawi saja, jika kita tidak memiliki otak, apakah kita bisa membaca Alquran, mengaji dan aktivitas lainnya? Tentu saja tidak. Apa lagi dengan doa, tanpa doa apakah kita bisa melaksanakan sholat 5 waktu? Jawabnya tidak. Karena di dalam sholat terkandung kumpulan doa, apa lagi sholat itu adalah ibadah wajib. Sungguh tanpa berdoa kita akan tergolong orang-orang kufur. Tanpa berdoa pula, kita akan tergolong orang-orang sombong. Dan Alloh sangat membeci orang yang sombong. Jadi, kesimpulannya pada saat kita mempunyai suatu cita-cita, keinginan ataupun harapan-harapan itu harus didoani, untuk apa? Supaya barokah dan apa yang kita inginkan dapat dikabulkan oleh Alloh dan tentunya diimbangi dengan usaha yang keras.
Itu lah contoh dari 4 tali keimanan yang dapat saya contohkan, tapi apa bila ingin dijabarkan itu akan banyak sekali.
Cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan, apabila ada kekurangan dalam bertuturkata saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya hanyalah manusia yang tak luput dari dosa dan khilaf. Dan apabila ada lebihnya itu semata-mata rahmat dari Alloh SWT.
Wabilahitofik wal hidayah wassalamu’alaikum
Wr. Wb.

#Semoga bermanfaat… Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiroh. J

Wednesday, July 23, 2014

Puisiku

Wednesday, July 23, 2014
Jadikan Aku Bidadari Surga

Aku menginginkan kalbu ini suci
Bersih dari serpihan dosa
Murni tanpa endapan dendam
Mengkilat tanpa goresan luka

Aku ingin sepenuhnya berupah
Menjadi wanita suci, khusuk di jalan-Nya
Menjadi Aisyah dan Asiyah baru
Menjadi kekasih Alloh

Tapi kenapa? Kenapa semua terhambat?
Goresan luka? Ya! Dia masih membekas
Ciptakan penyakit hati
Berkembang kian cepat dan menggerogoti diriku

Saat semua itu berkecambah
Beribu sifat aniaya kian meracuniku
Kian merusak imanku
Membuatku kacau, lemah, letih, tak berdaya

Luka itu enggan enyah dariku
Begitu dalam membekas dalam hati
Dan.. Menjadi bisa yang mematikan
Apa aku masih menyimpan dendam?

Meskipun nuraniku berkata ‘Tak perlu ada dendam’
Tapi hati ini terus berkecamuk
Menjerit dan sakit
Apa ini manusiawi?

Ahh aku sadar, aku hanya wanita biasa
Yang mudah terlena dengan dunia fana
Aku bukanlah Aisyah kekasih Rosululloh
Bukan pula Asiyah kekasih Fir’aun laknattulloh

Aku adalah aku, bukan dia, atau siapapun
Mungkin hanya pada nuraniku aku akan berpegang
Berubah menjadi lebih baik
Meneladani mereka, wanita-wanita yang telah dijanjikan Surga

Dan penyakit hati, goresan luka, ataupun dendam
Tak sepantasnya ada dalam hatiku
Ataupun di hati setiap wanita
Yang ingin menjadi bidadari di Surga kelak

Mengikuti jejak terbaik adalah tujuanku
Senantiasa menjadi wanit sholih
Menjadi hamba yang setia
Selalu disayang dan dicintai Alloh



“Dengarlah pintaku ya Alloh….. Jadikan aku bidadari surga dan berikan aku tempat terindah di Surga nanti. Amiinn”

Tuesday, June 10, 2014

Daftar Beberapa Penerbit dan Alamatnya

Tuesday, June 10, 2014
Mau jadi penulis? Udah bikin karya-karyanya? Mau kan kalo karya-karya yang kita buat bisa diterbitin? :)
Jawabannya pastinya "Absolutely yes!" :D

Bakal sia-sia kalo kita udah bikin karya tapi dianggurin begitu aja... Buat kamu-kamu yang udah punya karya dan siap buat ditebitin, ini dia alamat yang pas buat kalian hubungin.
Langsung aja, silakan diliat. Ini special buat yang lagi nyari penerbit sekaligus alamatnya :) :*

1.   Mizan Pustaka (DAR, Kaifa, Qanita dll), Jalan Yodkali 16 Bandung
2.   Gema Insani Press (GIP), Jalan Kalibata Utara II No. 48 Jakarta. Jalan Ir. H. Juanda - Depok 16418
3.   Gramedia Group, Jalan Palmerah Barat 33-37 Jakarta
4.   Yayasan Obor Indonesia, Jalan Plaju No. 10 Jakarta
5.   Era Intermedia, Jalan Slamet Riyadi 485 H, Pajang, Laweyan, Surakarta
6.   Pustaka Jaya, Jalan Kramat Raya No. 5K Jakarta
7.   Dzikrul Hakim (Yudhistira Group), Jalan Pramuka Raya No. 4 Jakarta
8.   Lingkar Pena Publishing House, Jalan Jagakarsa (Simadakarsa) No.A-1, Jakarta Selatan 12620
9.   Pustaka Utama Grafiti Kelapa Gading, Boulevard TN-2 No. 14-15 Jakarta
10. Afra Publishing/Indiva Media Kreasi, Jalan Sawo Raya No. 10 Jajar, Laweyan, Solo
11. Penerbit ANDI, Jalan Beo 38-40 Yogyakarta
12. I'thisom Cahaya Ummat, Jalan Pemuda III No. 10 Rawamangun Jakarta
13. Pustaka Al-Kautsar, Jalan Cipinang Muara Raya No. 63, Jakarta Timur
14. Pro-U Media, Jalan Jogokariyan 35, Yogyakarta 55143
15. Bentang Pustaka, Jalan Pandega Marta 19, Yogyakarta
16. Balai Pustaka, Jalan Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta
17. Bhuana Ilmu Populer, Jalan Kebahagiaan 11-11A Jakarta

Dikutip dari buku 'Be A Brilliant Writer' karya Afifah Afra :)

Sunday, June 8, 2014

Tulisan Adalah Doa

Sunday, June 08, 2014
Kalo orang-orang bilang perkataan adalah doa, sekarang aku bakal bilang kalo "Tulisan Adalah Doa" :)

Baru sadar nih, thn 2011 (waktu kelas sepuluh) pertama kali bikin Google+ di biodata kutulis : Yang dibanggakan => masuk Universitas Gadjah Mada... *bahkan aku gak inget kalo pernah nulis itu*  Bisa dibilang udah 3 tahun lamanya sejak aku nulis itu di biodataku. Dan sekarang tanpa disangka-sangka aku udah masuk Universitas Gadjah Mada, syukur Alhamdulillah. Belum lama ini aku buka Google+ dan baca itu, sungguh aku bersyukur luar biasa :) Bukannya dilebih-lebihkan nih... Tapi aku bener-bener gak nyangka, sungguh apapun yang kita tulis bakal terjadi dalam diri kita selama itu mengandung doa di dalamnya. 

Pada kenyataanya aku juga gak tau ini bakal terjadi, karena sama sekali aku gak punya impian kuat buat masuk UGM. Tau kenapa? Saat aku ditanya "kamu besok mau kuliah dimana?". Saat aku jawab "aku pngin kuliah di UGM". Pada saat itu juga seolah-olah mereka mencibirku, dari situlah mimpi-mimpiku tentang UGM mulai terkikis. Tapi kini usaha kerasku dan berkat doa dari ibuku juga, semua cibiran itu gak terdengar lagi. 

Sekarang kesimpulannya "Hanya orang-orang yang mau berusaha keraslah yang mampu merubah mimpi jadi kenyataan, dan janganlah sesekali takut untuk bermimpi". Itulah hal penting yang harus selalu kita ingat jika kita mau maju dalam membangun sukses. Dan hal yang paling penting dari segala-galanya adalah ingatlah selalu Alloh SWT, karena tanpa seijin Alloh, hal apapun tak akan pernah terjadi di dunia ini. Juga jangan sekali-kali kita lupakan ibu :*

Let's see... :) 
*ini dia nih yang bikin aku ternganga, bahkan aku lupa pernah nulis yang ada di dalm lingkaran merah...hehe*



"Percayalah apapun yang kita tulis adalah doa, selama kita yakin apa yang kita tulis adalah sebuah harapan besar" ;)
Keep Spirit! Jangan ragu dengan mimpi kita, beranilah bermimpi. *jangan seperti saya dulu....hehe*
Kuncinya adalah "Berusaha Keras!". *Saya sudah buktikan dan mengalaminya :)

*Biarlah orang bilang aku terlalu berlebihan menyikapi hal ini, tapi aku cuma pngin menggoreskan pengalaman2 & kisah berhargaku. :p

Sunday, March 9, 2014

Geguritan

Sunday, March 09, 2014
J Udah lama nih gak nengokin blog, rasanya sesuatu banget,hehe. Kali ini aku mau share geguritan nih. Ini juga sebenernya tugas mapel Bahasa Jawa kelas XI yang udah lama nanggur di inbox fb’a ibuku.haha. Kok bisa?  Jadi dulu waktu mau nge-save gak ada flashdisk gtu, jadi dikirim aja ke inbox. Baru sekarang nih ketemu. Dari pada nantinya ilang gak jelas, sekarang ini nh aku share di blogku yang super unyu ini.haha. Alay-an dikit ya,hehe mungkin efek habis Ujian Sekolah :P

Cekidot silakan dibaca aja! J Tapi itu isinya bukan melukiskan aku sob, imajinasi belaka kok. J

Ing Atiku Sak Lawase 


Tumetesing udan ngelingake atiku
Marang sliramu kang sak rupa Arjuna
Bisa mekarake esem ing lathi
Gawe kahanan kayata warni

Wekdal kang kepungkur suwene
Aku ora bisa ketemu
Patemonan kang sak kedeping netra
Namung bisa dadi awu

Ora bisa mbalik maneh
Ora bisa sesarengan maneh
Ora bisa gegondhelan maneh
Namung bisa ngrikiti ati

Kabeh miwiti saking mlayune rodha
Takdir nggawa keli atiku
Marang sliramu kang dadi sepalih uripku

Sak lumampah lakuku, kabeh krasa endah
Sak denyut nadiku, kabeh krasa bungah
Awaku ora bisa bidhalan
Mbidhalaken tambang katresnan
Nanging kui wis dadi anteping atiku

Eluh tumetes bebarengan banyu udan
Atiku lara, sepen rak ana kanca
Ngluntake wekdal kang suwe
Telung sasi bebarengan awakmu
Nanging telung warsa sliramu tetep ana ing ati

Seprana seprene sliramu pancen gawe cidra
Nanging paraupanmu
Tetep tumancep ana ing atiku

Sok ugi sak lawase

Thursday, October 24, 2013

Fermentasi Alkohol (Pembuatan Tape Singkong dan Tape Beras Ketan)

Thursday, October 24, 2013

Perubahan Respirasi

I.                   Tujuan
Mengetahui reaksi berantai dari amilum menjadi glukosa menjadi alkohol menjadi asam cuka oleh Sacaromices cereviceae.
II.                Alat dan Bahan
Ø  Alat
Ø  Bahan
1.      Baskom 2 buah
2.      Plastik besar 2 warna
3.      Plastik bening 4-5 lembar
4.      Termometer
5.      Plat tetes
6.      Nampan
7.      Streples
8.      Gunting
9.      Gelas kimia
10.  Pipet

1.      Singkong 2kg
2.      Ketan 2kg
3.      Ragi secukupnya
4.      Gula pasir 4sdm
5.      Daun pisang 3 helai daun
6.      Lugol/Iodin


III.             Cara Kerja
A.    Cara kerja pembutan tape ketan
1.      Ketan putih dicuci hingga bersih, rendam kurang lebih selama 2 jam dan ditiriskan
2.      Rebus ketan hinggasetengah matang, kemudian dianggat
3.      Ketan dicuci kembali sampai bersih, kemudian di kukus
4.      Setelah ketan benar-benar matang, ketan diangkat dan didinginkan
5.      Setelah ketan kukus dingin, taburi ragi yang sudah dihaluskansebanyak enam butir dengan menggunakan ayak
6.      Aduk ketan tersebut hingga merata
7.      Bungkus ketan putih yang sudah diberi ragi dengan daun pisang, dan ditaburi gula pasir satu puncuk sendok teh.
8.      Ketan yang sudah dibungkus diletakkan dalam tempat yangtertutup rapat untuk melakukan fermentasi
9.      Didiamkan selama 3 hari
10.  Setelah tercium bau wangi, tape ketan siap untuk dikonsumsi.

B.     Cara kerja pembuatan tape singkong
1.      Singkong dikupas dan dicuci bersih
2.      Potong singkong sesuai selera
3.      Singkong dikukus sampai matang
4.      Singkong diangkat dan tunggu sampai dingin
5.      Setelah dingin, latakkan singkong ke dalam wadah dan taburi ragi yang sudah dihaluskan sebanyak enam butir menggunakan ayak
6.      Aduk singkong sampai ragi tersebar secara merata
7.      Bungkus singkong dengan menggunakan daun pisang
8.      Setiap satu bungkus singkong diberi satu pucuk sendok makan gula pasir
9.      Bungkus tape singkong diletakkan dalam wadah tertutup untuk melakukan proses fermentasi
10.  Diamkan selama 3 hari
11.  Setelah tercium bau wangi, tape singkong siap untuk dikonsumsi.

IV.             Tabel Hasil Pengamatan
A.    Tape Ketan
Hari ke-
Amilum
Glukosa
Alkohol
Asam cuka
Suhu
Keterangan
1
++++
-
-
-
28o C
++++ = banyak sekali
2
+++
+
+
+
31o C
+++ = banyak
3
+++
++
+
+
28,5o C
++ = sedang
4
+++
++++
++
++
27o C
+ = sedikit
5
++
+++
+++
+++
27o C
-          = tidak ada
6
+++
+
++++
++++
27,5o C




B.     Tape Singkong
Hari ke-
Amilum
Glukosa
Alkohol
Asam cuka
Suhu
Keterangan
1
+++
-
-
-
28o C
++++ = banyak sekali
2
++++
+
+
-
31o C
+++ = banyak
3
++++
++
++
+
28o C
++ = sedang
4
++++
+++
++
+++
27o C
+ = sedikit
5
+++
+++
+++
++++
29o C
-          = tidak ada
6
++
-
++++
++++
28o C



V.                Pembahasan
1.      Amilum terbentuk paling banyak pada bahan ketan di hari ke-1, sedangkan pada bahan singkong amilum terbentuk paling banyak di hari ke-2, 3, dan 4
2.      Gkukosa terbentuk paling banyak pada bahan ketan di hari ke-4, sedangkan pada bahan singkong glukosa terbentuk paling banyak di hari ke-4 dan 5
3.      Pada bahan ketan dan singkong, alkohol terbentuk paling banyak di hari ke-6
4.      Asam cuka yang terbentuk paling banyak pada bahan ketan adalah di hari ke-5, sedangan asam cuka yang terbentuk paling banyak pada bahan singkong adalah di hari ke-5 dan 6
5.      Suhu optimal untuk proses pembuatan tape ketan yaitu pada suhu 27o C, sedangkan suhu optimal untuk proses pembuatan tape singkong yaitu pada suhu 29o C
6.      Pada tape ketan tebentuk asam cuka terbanyak yaitu pada suhu 27o C, sedangkan pada tape singkong terbentuk asam cuka terbanyak pada suhu 29oC
7.      Pada tape ketan tebentuk glukosa terbanyak yaitu pada suhu 27o C, sedangkan pada tape singkong terbentuk glukosa terbanyak pada suhu 29o C
8.      Pada tape ketan terbentuk alkohol palng panyak pada suhu 27,5o C, sedangkan tape singkong terbentuk alkohol paling banyak pada suhu 28o C.
9.      Reaksi berantai Amylum menjadi asam cuka :
C6H10O6 (amilum)               C6H12O6 (glukosa)               C2H5OH(alkohol)

                                    Sacaromices cereviceae                    Sacaromices cereviceae

               CH3COOH (asam cuka)

                      Sacaromices cereviceae


VI.             Kesimpulan
Setelah melakukan penelitian, ternyata dapat disimpulkan bahwa :
1.      Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida.
2.      Suhu lingkungan sangat mempengaruhi banyaknya kadar amilum, glukosa, alkohol, dan asam cuka yang dihasilkan dari proses fermentasi.
3.      Fermentasi yang terjadi pada tape ketan dan singkong terjadi selama 3-4 hari. Selain itu, dalam proses pembuatan tape ini ada hal-hal yang harus diperhatikan supaya proses fermentasi tersebut berlangsung secara sempurna. Selama proses fermentasi tidak memerlukan oksigen. Oleh karena itulah, proses fermentasi pada ketan yang tertutup rapat lebih cepat dibandingkan dengan ketan/singkong yang diletakkan di tempat terbuka.
4.      Lamanya proses fermentasi mempengaruhi kadar alkohol yang dihasilkan. Semakin lama, semain banyak kadar alkoholnya.


Laporan ini disusun oleh :
1.      Destri Karlina (05)
2.      Eka Purwaningsih (09)
3.      Ivena Amerandra (11)
4.      Kholifatur Rosyad (12)
5.      Rahma Sufiani (23)
6.      Roro Nusandari (24)
     Kelas : XII IPA 2